Feeds:
Posts
Comments

Bingung mengawalinya.. padahal waktu di Bandung banyak banget hal yang mau dituangkan disini. Setelah di Yogya, yang sudah dipikirkan, diingat-ingat, dicari, dan dikenang (yuk ah..), buyaaaaar semuanya. Mungkin karena melihat keadaan rumah yang sangat berantakan setelah ditinggal pergi selama seminggu. Padahal ada penghuni lainnya yang tidak lain tidak bukan adalah suami saya. “I’m busy.. I’m tired.. bla bla bla..”, gitu jawabannya kalau ditanya kenapa rumah benar-benar dalam keadaan terburuknya :-( .

Waktu berangkat ke Bandung kemarin, teman saya yang kerja di travel agent nawarin tiket pesawat yang lagi harga promo. Berhubung baru gajian :-D , saya terbang dari Yogya ke Jakarta naik pesawat. Baru 15 menit diudara, pramugarinya ngasih pengumuman cuaca sedang buruk jadi sabuk pengaman harus digunakan (kebetulan kalau naik pesawat saya paling males buka sabuk pengaman, apalagi perjalanannya tidak memakan waktu lebih dari 1 jam). Yang jelas cuaca saat itu agak mendung. Duh, rasanya pingin cepet-cepet mendarat waktu pesawat terguncang-guncang.. Naik pesawat kaya lagi naik angkot yang pernya udah enggak berfungsi lalu ngelewatin jalanan yang rusak, goyang banget udah gitu bikin mual, dan yang paling nyebelin adalah saya jadi berpikir yang enggak-enggak. Jadi kepikiran tadi pas mau masuk pesawat sang suami memberikan “sweet kisses” (gyaaa .^_^.), apakah itu akan menjadi ciuman yang terakhir?? Hmmphh.. Alhamdulillah selamat sampai tujuan..

Tiba dibandara Soekarno-Hatta, lanjut ke Bandung pake travel Cipaganti. Seperti biasa di jalan tol KM sekian (saya lupa ^^) pasti berhenti sekitar 15 menit. Sayangnya, waktu istirahat lewat dari waktu yang telah ditentukan karena penumpang lainnya termasuk saya yang sudah berada di mobil harus menunggu sepasang suami istri setengah baya yang sedang menikmati makan siang menuju sore disebuah rumah makan Padang. Padahal selama perjalanan dari bandara sampai tempat peristirahatan di jalan tol, suami istri itu kerjaannya makan mulu. Mau marah juga ngapain, saya kepikiran kalau nanti saya tua bisa aja kayak gitu hehehe..

Selama di Bandung, makanan apa yang enggak mudah saya dapatkan di yogya, semuanya saya lahap!! Berat badan?? Saya pikirkan setelah tiba di Yogya hahaha.. Yang penting lotek dan rujak yang super enak dan pedas, bakso kampung ataupun bakso lainnya, martabak, dan masakan ibuku yang sudah lama tidak dinikmati sudah dimakan semuanya.. huhuuuy.. kenaikan 2 kg tidak begitu berarti buat suami saya.. (I wish -_-’).

Selain menghabiskan waktu dengan mencari makanan enak, saya juga memanfaatkannya dengan memperpanjang passport dan ngurus ijazah yang tidak bisa dibawa ketika saya pulang ke Yogya. Waktu bikin passport dengan bodohnya saya tidak membawa passport yang lama dan KTP yang tertinggal.. bukan tertinggal tapi saya tinggal buat jaminan atas buku komik yang saya pinjam ditaman bacaan didekat laundry langganan. Fyuuuh.. kudu bayar denda belum lagi bayar “something you cannot mention it” buat memperlancar :-D . Dasar bodoh.. coba dibawa yang lama!! Lumayan tuh dendanya bisa beli sendal baru.. Sendalnya sudah mulai capek dibawa keluar kota terus. Antara sol sendalnya sama buat pijakannya sudah mulai tidak menyatu hehe.. belum lagi secara tiba-tiba HP saya berubah warna layarnya menjadi putih tanpa ada icon-icon yang biasanya menyemarakkan layar HP saya. Tapi dibalik musibah pasti ada sesuatu yang indah menunggu ditempat lain, karena setiba di Yogya ada HP baru dari sang suami untuk saya hahaha.. asiiiik!!! (suami saya sempat curiga, kenapa HP saya rusak pas di Bandung. Dia mensinyalir adanya kecurangan-kecurangan dalam mendapatkan HP baru :-D )

Selanjutnya perjalanan saya dari Bandung menuju Yogya menggunakan kereta. Setiap berangkat pake kereta pagi, saya pasti akan menemukan kejenuhan tingkat tinggi. Kalau berangkat pake kereta malam, kan tinggal tidur tiba-tiba udah sampe. Nah kalau pagi, mau tidur susah mau terjaga terus juga bosen. Untung saya bawa Ipod suami saya, ya walaupun sempat beberapa kali hampir tertidur namun terbangun lagi karena harus mengganti lagu di playlist suami saya yang banyak sekali lagu-lagu last century-nya. Terapung kuakui tanpamu hari ini.. Diriku sepi.. sepi.. Hariku sepi (sepenggal lirik lagu Terapung by Atiek CB.. salah satu koleksi lagu suami saya yang berjaya dijaman mas Boy).. hmmmmmphh..

Pasti pernah denger kan, semenjak diangkatnya menteri baru dikabinet yang baru, mereka lagi semangat-semangatnya menjalani program 100 hari mereka dengan berbagai program. Termasuk menteri perhubungan yang kabarnya memberhentikan Kepala Stasiun Kota ketika melakukan sidak (saya bilang kabarnya karena dibeberapa media sang menteri membantah telah memberhentikan, tapi memindahtugaskan). Yang menakjubkan adalah, selama perjalanan hampir 9 jam, setiap 3-4 jam sekali datang petugas kebersihan untuk membersihkan sampah-sampah yang ada. Saya baru sadar, keadaan kereta yang sebelumnya pernah saya naiki, kali ini dalam keadaan sangat terang dan bersih tidak seperti biasanya. Hmmmm.. karena terbiasa mendapatkan fasilitas yang seadanya tapi tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan, perubahan kecil saja sudah membuat saya tersenyum puas. Yaaa semoga dari yang kecil-kecil itu, nanti bakalan melahirkan sesuatu yang besar dan baik buat pengguna transportasi umum.. amiiiin :-) .

Tiba di Yogya, dapet HP baru dapet juga kerjaan baru.. apalagi selain kerjaan rumah tangga yang menumpuk.. aaahh lumayan buat mengecilkan badan yang sempat melebar selama di Bandung.. tuh kan bener, dibalik kejadian pasti ada sebuah kejadian lagi huhuhu…

Sekedar bercerita

Asiiik.. besok pulang ke Bandung!! Pilihan yang menurut saya agak egois karena harus meninggalkan suami sementara rumah dalam keadaan berantakan hehehe.. Bayangin aja setelah kejadian minggu lalu dan disarankan untuk istirahat dulu oleh dokter, saya tidak lagi membersihkan rumah atau sekedar membereskan kamar apalagi memasak sampai hari ini huhuhu.. Maafkan aku suamikuuuu :-) .

Pulang ke Bandung bukan saja untuk melepas rindu dengan ibu dan keponakan-keponakan saya, saya juga ingin menyelesaikan syarat-syarat yang tidak begitu penting sehingga saya harus menemukan berbagai halangan untuk mengambil ijazah saya dikampus, selain itu makan makanan ibu saya yang sudah lama tidak saya nikmati (sekali lagi maafkan aku suamiku yang memperpanjang libur memasak.. love yaaa..). Yang penting sudah mendapat izin dari suami, dari pada dia ngeliat saya sediiiiih aja terus kan kasian juga. Lebih baik saya menjauh untuk sementara waktu biar mental saya kuat dan bisa ceria lagi (sebenarnya saya yang enggak kuat jauh dari dia hehehe.. paling 4 hari di Bandung, udah pingin balik lagi ke Jogja).

Pingin cepet-cepet dapet kerja atau bikin usaha. Sebel sampai saat ini belum bekerja (mana umur sudah diambang batas persyaratan masuk kerja.. hah tambah sebel!!). Mungkin bagi sebagian orang, bekerja setelah berumahtangga tidaklah perlu apalagi ada suami yang bisa menghidupi kita. Bagi saya kepuasan tingkat tinggi adalah ketika saya bisa menghasilkan sesuatu dari usaha saya sendiri. Akan lebih berbeda jika saya bekerja disebuah perusahaan atau mempekerjakan orang (dalam artian jadi pengusaha :-D ) ketimbang diem mulu di rumah. Cepet tuanya, cepet begonya, cepet uring-uringannya sama suami, cepet jeleknya (hahaha.. kan takut kalo tidak indah lagi dimata suami), dan lain-lain. Berbeda kalau saya punya kesibukan, suami akan lebih senang, pikiran saya juga lebih sehat, hubungan sosial yang lebih baik (ini sangat penting dalam kehidupan biar enggak cepet stress dan jauh dari tekanan), dan bisa juga belanja buat diri sendiri lebih banyak lagi hahaha..

Apalagi setelah tidak jadi hamil, dokter menyarankan saya baru boleh hamil lagi dua bulan kemudian, yah yang paling aman tahun depan. Sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap diam dirumah kan?  Semoga cepat dapat sesuatu yang bisa menghasilkan baik itu dari buah pikiran saya maupun buah hasil jualan saya hehehe apa ciiiiihh…?? Amiiiiiin..

*Bandung Here I Come..!!!!! Yiipppiee..


Berkata Dalam Hati

Waktu terakhir mengecek keadaan terakhir saya ke dokter, sempat merasa cemburu ketika dikelilingi ibu-ibu hamil.. lalu berkata dalam hati, “kenapa tidak diberikan kenikmatan yang sama dengan mereka?.”

Rasa sedih itu bertambah kala melihat lukisan-lukisan yang tegantung di sekeliling ruang tunggu rumah sakit. Sudah beberapa kali datang ke rumah sakit itu dan menunggu lama dalam antrian, entah kenapa saat itu begitu merasa terganggu melihat sosok ibu yang sedang menyusui bayi kecilnya dan ada juga anak yang sedang berada dipangkuan ibunya dalam lukisan itu. Entah sudah berapa kali saya menghela napas panjang hanya untuk sekedar menenangkan diri.. sekali lagi berkata dalam hati, “selemah ini kah ketika ujian datang menghampiri?”.

A Letter to the son who never born.. sebuah tulisan yang dibuat suami saya diblognya.. yah tulisan yang setiap dibaca membuat saya berkali-kali harus mengeluarkan air mata yang ingin sekali disimpan hingga nanti air mata ini harus keluar ketika nikmat yang luar biasa itu datang. Setiap membacanya selalu berkata dalam hati, “apakah dia juga merasakan rasa sakit dan sedih yang sama?”.

Banyak sekali ucapan belasungkawa dan support yang luar biasa dari keluarga dan teman-teman. Dikala harus lebih sabar, lebih kuat, jangan menyerah, inilah, itulah.. kadang hati ini belum kuat untuk melangkah ke depan, sekedar melupakan pun sedikit susah. Yah jangankan untuk menenangkan diri, berpikir saja sudah tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya. Terlalu berlebihan memang, saya dalam menghadapi yang satu ini.. kehilangan kehidupan baru dalam perut saya membuat saya menyalahkan diri sendiri dan merasa sedih yang terlalu dalam.

Akhir-akhir ini, saya mulai menyadari betapa egoisnya saya sebagai manusia yang tidak bersyukur dan melihat apa yang ada disekeliling saya. Memiliki anak adalah impian semua pasangan suami istri dan itu merupakan berkah yang diberikan Tuhan untuk kita. Tapi, kali ini Tuhan belum mempercayai saya untuk menikmati berkah itu. Dengan nikmat yang saya miliki sekarang, mungkin Tuhan mengingatkan saya untuk berbagi dengan anak-anak lainnya yang membutuhkannya (anak yatim misalnya). Hmmm.. selalu ada hikmah dibalik suatu kejadian :-) .

Baru-baru ini saya melihat video yang dishare teman saya melalui Facebook. Di video ini kita bisa tahu perkembangan janin dari minggu ke minggu bahkan dari awal ketika sel sperma mencari sel telur dan terjadi pembuahan. Video ini menghilangkan penasaran yang selama ini ada dibenak saya, kan selama ini cuma bisa lihat dari hasil atau gambar USG atau buku-buku. Di captionnya, created by: Evariny Andriana (Clipped from national geographic in the womb. A short video clip (In Indonesian) showing week to week pregnancy and fetus growth in the womb). Dia juga yang menulis buku “Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode HypnoBirthing”. Tadinya saya juga mau ikutan beli bukunya, karena tidak jadi hamil belinya diundur nanti ketika hamil saja hehehe… Video ini memberikan pengetahuan untuk kita tentang perkembangan “kehidupan baru” dalam perut kita minggu ke minggu. Pokoknya it’s worth to see.. aahh jadi tidak sabar menanti datangnya si kehidupan baru itu lagi.. selamat tersentuh melihat videonya ;-) .

Sabar dan Ikhlas

Hari ini tepat 4 hari setelah saya mengalami keguguran di kehamilan saya yang telah berjalan hampir 6 minggu. Banyak kebingungan dan kesedihan yang mendalam tentunya. Apakah kesalahan ada dipihak saya karena kurang hati-hati atau karena diagnosa dokter? Ah.. tidak.. tidak.. saya tidak boleh menyalahkan siapa pun termasuk diri sendiri. Banyak orang yang berbelasungkawa dan mengingatkan saya untuk lebih sabar dan ikhlas. Yah.. saya mengerti dan akhirnya semuanya saya kembalikan lagi, seperti kata suami saya, bahwa sesuatu yang bukan milik kita bahkan milik kita sekalipun ada yang punya dan bisa diambil kapan pun juga. Intinya kita harus tetap berusaha tapi Allah lah yang menentukan segalanya.

Beraaaaat banget jadi orang yang tabah.. Sekali lagi saya diingatkan suami saya ketika air mata tidak hentinya jatuh dipipi saya, anak merupakan rejeki dan titipan Allah buat kita. Belum rejeki saya dan mungkin menurut Allah saya belum siap menerima amanah tersebut.. berat.. berat.. berat buat ikhlas :-( .

Waktu pertama kali keluar flek, tepatnya hari Minggu malam, rasa kawatir tentu saja besar sekali dan sesekali ngebuat saya berpikir yang enggak-enggak. Selalu mencoba untuk selalu positive thinking dan banyak berdoa untuk mengurangi ketegangan. Esok harinya tidak pikir panjang lagi, saya menemui dokter kandungan di rumah sakit dekat rumah saya. Hasil USG masih menunjukkan janin saya yang tidak bermasalah, lalu dokter menyarankan saya untuk banyak istirahat dan minum obat penguat rahim. Flek tidak berhenti malah makin banyak dan mengenai celana dalam (saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa flek masih dikatakan normal jika masih sedikit dan tidak mengenai celana dalam, karena jika sudah mengenai berarti flek sudah semakin banyak dan ini lebih baik langsung cek ke dokter). Diwaktu yang bersamaan suami saya harus mengikuti training di Jakarta, jadi walaupun saya harus beristirahat tapi apa daya semua rutinitas harus saya lakukan sendiri tanpa bantuan siapa-siapa. Beruntung suami saya bisa pulang cepat karena mendengar kondisi saya yang makin tidak baik. Dia mencoba peruntungannya dengan langsung pergi ke airport, Alhamdulillah langsung dapat tiket pesawat dan langsung berangkat tanpa harus menunggu lama.

Setibanya ia di Yogya, kami langsung pergi ke rumah sakit yang sore itu ada dokter kandungannya. Seperti biasa sebelum saya diUSG, saya harus menceritakan dulu kapan hari pertama datangnya haid terakhir, lalu saya sudah periksa ke dokter mana aja, bla.. bla.. bla.. dan jawaban si dokter adalah, “masa sih bisa kelihatan dari minggu ketiga?” Setelah di USG pun dia tetap membuat saya dan suami terbengong-bengong karena kata-katanya, “diagnosa dokter kemarin mungkin salah.” What?? Hey dok, anda dokter ke-4 yang sudah kita datengin. Masa diagnosa tiga dokter sebelumnya mengada-ngada? Yah.. kalimat yang hanya bisa saya bicarakan dalam hati. Berbeda dengan suami saya yang terus menerus sewot dan mematahkan semua diagnosa di dokter keempat ini. Saya memang sepenuhnya tidak bisa menyalahkan dokter keempat yang kami datangi, karena gambar janin yang terlihat di layar USG sangat-sangat tidak jelas. Perut saya sampai terasa sakit karena terlalu ditekan oleh si dokter. Hasilnya memang terlihat samar. Dokter menyarankan saya untuk datang 2 minggu lagi dan akan diperiksa transvaginal (USG melalui vagina), lalu anggap saja kalau saya tidak hamil, begitu katanya. Kesalahan kami adalah kami tidak membawa hasil USG sebelumnya, supaya dokter ini bisa melihatnya.

Menjelang Maghrib, saya sangat kaget merasakan ada yang mengalir dari vagina saya. Ingin rasanya menjadi bodoh dan pura-pura tidak tahu kalau itu pasti darah. Panik dan merasa harus melakukan sesuatu jika itu memang darah. Buru-buru saya ke kamar mandi dan mengeceknya.. Damn!!! Rasanya ingin teriak dan menangis sekeras-kerasnya. Saya langsung menghubungi suami saya yang kebetulan harus kembali ke kantor. Suami saya langsung menghubungi dokter yang tadi sore kami temui dan menceritakan apa yang terjadi pada saya, lalu dengan yakinnya dia bilang, “tuh kan saya bilang juga apa? Istri anda hanya telat mens biasa dan datangnya baru sekarang.” Tapi dia tetap menyarankan saya untuk datang memeriksakan diri karena takutnya dirahim saya ada sesuatu seperti kista atau apalah. Suami saya buru-buru pulang dan memutuskan untuk mendatangi rumah sakit dekat rumah. Berbekal pengalaman sebelumnya, saya membawa hasil USG sebelumnya, ada 4 lembar hasil USG. Saat itu saya merasakan sakit pinggang dan sakit diperut saya, tapi rasa sakit yang masih bisa saya tahan. Saya bertanya-tanya, jika memang saya keguguran kenapa saya tidak merasakan sakit yang luar biasa dan darah yang keluar kenapa seperti mens biasa?

Setelah bertemu dengan dokter yang terakhir, dia bilang kalau sudah terjadi abortus imminens (peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks) atau bisa dikatakan adanya ancaman keguguran. Suami saya menceritakan apa yang dikatakan dokter sebelumnya, dengan melihat hasil USG sang dokter mengatakan kalau saya memang hamil apalagi setelah saya di USG. Kenapa hasil USG saya yang terakhir-terkahir tidak jelas, karena kantung janinnya sudah mulai lepas dari rahim.

Sampai saat ini saya masih mengalami pendarahan dan sempat beberapa kali keluar darah beku dalam jumlah kecil, dokter menyarankan saya untuk kembali datang minggu depan dan bedrest. Saya takut sekali kalau sampai harus dikuret, karena recovery nya lama sekali. Dokter pun bilang kalau jaman dulu setiap dokter mengaharuskan untuk dikuret, tapi dijaman sekarang kalau hasil USG menunjukkan sudah bersih ya tidak usah. Masih ada option lain yaitu minum obat. Semoga semuanya sudah bersih tanpa harus melalukan tindakan medis diatas tempat tidur rumah sakit.. amiiiiin..

Haaahh.. sempat merasa jadi wanita yang kurang sempurna karena tidak bisa menjaga penghuni baru diperut saya. Selalu diingatkan untuk terus bersyukur dan terus berusaha oleh suami saya.. Beruntung memiliki suami yang sangat pengertian dan dapat mengisi kekosongan yang terasa sangat menyakitkan buat saya sementara ini.. hah, lagi-lagi tak kuat menahan tangis..

Meyakinkan diri ini bahwa Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik suatu saat nanti.. tidak lama lagi.. amin. Tidak salah kan belajar untuk positive thinking dan yakin dengan apa yang kita jalani??  I hope so.. :-)

http://photo.net/photodb/photo?photo_id=9711331

Gara-gara baca salah satu tulisan teman saya di blognya, jadi tertarik buat ikutan personality test. Hasilnya.. mau ke psikolog ah.. berobat :-D

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that’s why you’ll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:

You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don’t succeed. Don’t give up when you haven’t yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Sungguh sebuah fenomena yang mengalahkan kehebohan berita tewas dan tertangkapnya teroris pada masanya.. Penting ya dibahas?? Enggak sih (*garuk-garuk kepala).. tapi kenapa juga semua orang musti heboh, terutama pihak-pihak yang nanti bakalan saya bahas. Saya nulis bukannya ikutan heboh, cuma mau melihat sebuah fenomena dari kacamata saya aja (bukan karena saya minus matanya.. alaaah penting dibahas!!).

Lucu aja ngeliat status di Facebook teman saya waktu media memberitakan kematian Noordin M. Top yang tidak lain tidak bukan adalah seorang teroris asal Malaysia yang sudah dikejar-kejar Polisi sejak lama, dan akhirnya bisa ditangkap tapi dalam keadaan “you know laaahhh” (saya serem menuliskannya disini hihihi..). Statusnya bertuliskan, Noordin VS Miyabi. Bayangin aja, pada saat yang bersamaan berita kematian Noordin dan akan dirilisnya film layar lebar Menculik Miyabi (MM) muncul di media (terutama di internet).  Film MM sendiri, akan dibintangi dan ditulis naskahnya oleh Raditya Dika yang sebelumnya sukses lewat ‘Kambing Jantan’. Sementara Miyabi tampil sebagai artis pendukungnya. Kalau Noordin tampiil sebagai tokoh utama dalam serial pengeboman yang terjadi di Indonesia. Pasti banyak yang lebih mengetahui berita tentang teroris tersebut dibanding saya.

10 kata yang paling banyak dicari di situs detik.com, Miyabi mengalahkan nama si teroris. Bayangin aja neng Miyabi menempati posisi pertama sedangkan kata Malaysia menduduki posisi 9 dan teroris di posisi 10. Bisa dibayangkan kan berapa juta penduduk Indonesia yang lebih penasaran sama Miyabi dibanding mencari informasi tentang teroris?

Waktu berita para tokoh-tokoh tersebut mencuat diberbagai media, untuk pertama kalinya itu pula saya mengetahui wajah neng Miyabi. Sumpeehhh.. beneran saya mah gak bohong. Bukannya mau munapik pake f, karena saya tidak tertarik sama yang begituan terutama dari Jepang (abis berisiiiik hahaha!! :-P ). Dulu pas temen-temen saya pada heboh “miyabi-miyabi”, saya pura-pura tau aja (toh mereka juga enggak ngebahas atau nanya saya sudah nonton atau belum). Makanya pas saya lihat berita tentang film yang akan dibintangi Miyabi di Indonesia dan ada fotonya disitu, saya bilang, “oooh.. ini yang namanya Miyabi.. cantik ya?” sama suami saya. Eh dia langsung protes, bukan protes fisiknya tapi enggak percaya saya baru pertama kali lihat si neng Miyabi. Yeah you know kaaan, “film-film made in jepang” itu berisik, saya jadi males ngeliatnya juga apalagi tau muka pemainnya. Sudahlah kita lanjutkan ke fenomena berikutnya..

Sangking hebohnya neng Miya (kayak panggilan akrab yah :-D ), berbagai media meminta pendapat artis ini lah itu lah (asa teu penting.. jawabannya juga semuanya hampir sama), belum lagi banyak aktor pria yang berebut posisi untuk bisa main di film tersebut. Dilain pihak, ada beberapa kelompok yang menolak keras kedatangan Miyabi kesini. Salah satunya sebuah kelompok “pembela” yang dikenal dengan sepak terjangnya yang selalu menimbulkan kekerasan sampai keresahan masyarakat yang dilewati mereka. Walaupun memiliki keyakinan yang sama, tapi saya memegang teguh bahwa agama mengajarkan kita untuk menyebarkan kedamaian dan kasih sayang bukan kekerasan. Rombongan “pembela” ini datang mengadakan dialog dengan Rumah Produksi film ‘Menculik Miyabi’. Dalam dialog itu, si “pembela” sempat minta supaya peran Miyabi diganti oleh Luna Maya. Nah lo pikir Luna Maya siapa??

Kebingungan saya memuncak ketika banyak orang yang heboh menolak kedatangan orang Jepang tersebut, kok mereka tahu kalau dia pemain film “panas” (teko kali ah..)? Waahh jangan-jangan penikmatnya juga?? Selidik-selidik, katanya kebanyakan dari demonstran mengaku hanya pernah mendengar sepak terjang Miyabi. Melihat aksi Miyabi dalam film-film porno, kebanyakan anggota “pembela” yang ikut berdemo mengaku belum pernah. Salah satu demonstran bilang, kalau dia selama ini tahu dari masyarakat. Ia mengaku belum pernah lihat langsung sendiri, karena itu Miayabi enggak pantas aja datang. “Ya kan katanya dia bintang film porno,” gitu katanya. The funniest part is.. Tak semua demonstran hanya pernah mendengar Miyabi dari omongan mulut saja. Salah satu dari mereka mengaku pernah melihat Miyabi berlaga dalam film pornonya. ”Saya pernah melihat di handphone. Tapi nggak terlalu jelas, karena disensor. Ya tapi nggak meniatkan (untuk nonton-red). Tapi itu sangat merusak , masa setiap pemuda punya (video Miyabi-red),” aku seorang demonstran. Lalu apakah dia juga mengoleksi video Miyabi di ponselnya? ”Nggak dong. Haram itu!” ujarnya mantap. OK ciiiin..

Biar kata enggak punya koleksinya di handphone atau dimanapun yang bisa kau simpan, melihatnya saja sudah dosa bukan?? Jadi kalau mengkoleksi itu haram lalu melihat itu halal?? Bro.. Bro.. dinegara kita ini masih banyak yang bisa kita bina dan kita bangun bersama-sama dibanding ngeributin masalah pornografi atau goyangan dewi persik. Hal yang merusak memang harus diberantas, tapi kekerasan atau cuma teriak-teriak protes doang, ya engga bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik juga.. Kenapa engga ngebantuin polisi aja nyari teroris? Teroris kan ngerusak bangsa juga, ngebunuh lagi..

Miyabi datang atau tidak datang juga, minat masyarakat sudah terlihat jelas dan dari jumlah penduduk yang jutaan itu, tidak mungkin juga satu-satu kita teriakin “tolak Miyabi.” Semua penduduk di Indonesia ini beragama, so they know which is good or not.. dosa apa kagak.. begitu bukan??

Begitulah kira-kira fenomena yang tengah terjadi saat ini. Ini bisa jadi judul skripsi loh hehehe.. “Fenomena pemberitaan Miyabi di media”, atau “Korelasi minat masyarakat terhadap tokoh Miyabi dan kecenderungan perilaku menyimpang remaja” hehehe.. ngaco tapi menyerempet dikit lah.. lumayan bisa jadi secerca harapan dan penerang bagi otak yang butek dan buntu bagi mahasiswa tingkat akhir hahaha.. ini bisa jadi penelitian bagi mahasiswa ilmu komunikasi.. beritanya yaaa.. bukan Miyabinya :-D .

Saya penah baca di Wikipedia (searching Maria Ozawa di google bukan berarti saya mau lihat yang lebih-lebih :-P ), saya penasaran kok muka dia tidak terlihat Jepang asli? Ternyata kepenasaran saya terbukti.. dia keturunan Perancis dan Kanada, sedangkan ibunya Jepang asli. And you know what.. Ozawa had her first sexual experience at the age of 13!! Nah kalau yang begini jangan ditiru, ya adik-adik.. Umur 13, saya masih main layang-layangan di atap rumah sama sepupu. Kalo benangnya putus atau kalah, dilanjutkan dengan makan mie rebus pake telor sambil ngeliatin sepupu saya nyoba-nyoba ngeroko pake ranting pohon yang tengahnya bolong hahaha.. ampuuun daahh..

Ya kita lihat saja kelanjutan dari fenomena ini..  :-) Indonesia bakalan terkenal karena Miyabi atau karena banyak dibom teroris??

outsource

Ada orang ketiga..

Gyaaaa.. jangan salah sangka dulu sama orang ketiga. Orang ketiga yang satu ini sangat didamba-damba oleh saya dan suami saya, mungkin keluarga saya dan keluarga suami saya juga :-D ..

Yup together we can, dear.. karena kalau ga berdua, si orang ketiga engga akan ada. Orang ketiga ini penghuni baru dalam kehidupan saya dan suami. Dengan kata lain.. I’m pregnant!! Alhamdulillah..

Tidak bermaksud mengiklankan sebuah produk (apa siiih jooo?? :-P)

Tidak bermaksud mengiklankan sebuah produk (apa siiih jooo?? :-P )

Hasil jepretan sang suami yang kegirangan waktu ngeliat hasil testpack yang tergeletak di kamar mandi

Sebenarnya saya belum telat mens. Sekitar dua minggu yang lalu tiba-tiba saya keluar flek (darahnya tidak banyak). Sangking banyak artikel yang saya dan suami baca tentang kehamilan, jadi pas tahu saya keluar flek kita berdua langsung berasumsi itu tanda-tanda kehamilan. Bukannya mengada-ngada atau bikin pernyataan sendiri, saya pernah baca sebuah artikel salah satu tanda awal kehamilan adalah munculnya bercak darah atau yang sering kita sebut flek. Bercak ini terjadi antar 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi (saat dimana sel telur keluar dan siap untuk dibuahi). banyak yang mengira kalau ini darah menstruasi. Waktu saya cek di dokter RS. Boromeus, Bandung, setelah di USG saya dan suami banyak nanya sama dia kenapa ada flek itu dan normalkah bagi wanita hamil. Dokternya bilang bercak darah atau flek ini disebabkan oleh menempelnya embrio pada dinding rahim. Normal bagi wanita di awal kehamilan (kalau keluar darahnya banyak pas hamil harus dicek ke dokter, takutnya ada apa-apa). Malah ada yang keluar flek (dalam artian keluarnya sedikit ya) hingga bulan ke-9, bayinya sehat-sehat aja. Info lebih lanjut lebih baik langsung tanya ke dokter kandungan hehehe..

hasil USG (3 minggu)

hasil USG (3 minggu)

Kata dokter ini baru keliatan kantung janinnya aja.. Semoga lancar dan sehat :-) .. amiiin..

Selain adanya flek, saya merasakan lelah dan mengantuk yang berlebih (bukan karena saya tukang tidur!! Soalnya rasanya beda). Lalu payudara yang membesar tidak biasanya. Tanda awal kehamilan itu tidak melulu karena telat mens loh ibu-ibu :-) .. contohnya ya saya. Saya termasuk orang yang punya rasa kekawatiran yang berlebih, kalau ada apa-apa dikit maunya langsung ke dokter. Makanya setelah tahu positif tapi flek keluar terus, setelah libur lebaran berakhir, saya langsung cek ke dokter (intinya setelah diperiksa dokter akan lebih bisa menjawab pertanyaan dan menghilangkan kekawatiran kita daripada cuma cari informasi sendiri yang kadang juga bikin tambah stress). Karena sekarang sudah ada alat tes kehamilan yang bisa digunakan setelah 7 hari berhubungan, jadi kita bisa langsung tes apakah sudah berhasil atau belum (memang cara ini belum tentu sukses), masih ada cara kedua yaitu USG. Tapi ya jangan bener-bener setelah 7 hari itu. Tar malah enggak kelihatan apa-apa di USGnya.

Sedikit berbagi tanda-tanda awal kehamilan yang saya baca dari berbagai sumber nih..

  • Terjadi perubahan pada payudara, kondisi payudara akan terasa makin lembut, hal ini menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi, hingga payudara akan terasa sakit atau nyeri saat dipegang. Lalu puting susunya membesar dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga agak gatal. Hal ini karena meningkatnya kadar hormon dan  sedang proses mempersiapkan ASI.
  • Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut. Seperti yang saya bilang sebelumnya, bercak ini terjadi antar 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi (saat dimana sel telur keluar dan siap untuk dibuahi). 
Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur. Dan kondisi kram perut ini,  akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada ditengah dan disangga oleh panggul.
  • Mual dan muntah (Morning sickness). Memang tidak semua wanita mengalaminya. Kata dokter saya, morning sickness ini harus dinikmati karena semua wanita hamil pasti mengalaminya. Yang bikin saya tidak mengeluhkan morning sickness, karena dokter saya bilang tidak semua wanita bisa hamil dan kehamilan adalah suatu berkah luar biasa dari Tuhan, makanya apapun ga enaknya nikmatin aja. Dengan menikmati segala proses selama hamil itu membantu kita lebih tenang dan mendatangkan sugesti-sugesti baik didiri kita. Mualnya juga bakalan hilang pas masuk trimester kedua.
  • Sering kencing/buang air kecil. Setelah haid terlambat satu hingga dua minggu, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering dari biasannya. Ini karena janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah. Selain itu kandung kemihnya lebih cepat dipenuhi oleh urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan lagi-lagi oleh peningkatan hormon kehamilan. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Harus tetep banyak minum loh, paling enggak 2 liter seharinya. Dokter saya juga bilang harus banyak minum, karena 90% janin dibentuk oleh air. Kasian kan kalau kita kurang minum.
  • Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue). Ini disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh ibu.
  • Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
  • Sering meludah (hipersalivasi). Tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua. Untuk tanda yang satu ini, saya tidak merasakannya.
  • Naiknya temperatur tubuh. Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.
  • Tidak mendapat haid/menstruasi. Hal ini karena dinding rahim dipersiapkan untuk kehamilan. Penting untuk mengetahui hari pertama haid terakhir, yang dapat menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan.

Akan tetapi tidak semua wanita mengalami hal-hal yang saya sebutkan di atas. Biar lebih pasti langsung cek ke dokter (ada beberapa teman saya yang pernah cek kehamilan di dokter, diceknya enggak pake USG, cek manual yang pake acara ngangkang-ngangkang itu loh :-P . Buat saya cara itu kurang efektif untuk mengecek kehamilan usia muda. Daripada wasting time dan wasting money buat ngecek manual kaya gitu, mending langsung cari dokter yang punya alat USG biar lebih pasti).

Saya pernah baca diberbagai artikel, tentang janin yang tidak berkembang salah satunya blighted ovum, bagi semua wanita tentu saja sangat menakutkan. Salah satu teman saya juga mengalaminya. Untuk menghindari hal tersebut karena tidak ingin menunda kehamilan, sebelum menikah saya pergi ke dokter kandungan. Si dokter nyuruh saya minum asam folat setiap hari (1 x 1 hari). Saya sih ngikut aja kata dokter. Yang saya tahu asam folat itu untuk melindungi pertumbuhan janin agar tidak cacat, dan ternyata asam folat bisa menambah/menjaga kesuburan tidak hanya untuk wanita tapi juga pria. Di sisi lain, kalau kita kekurangan asam folat akan menyebabkan anemia, rambut beruban sebelum waktunya, lesu, insomnia, mudah lupa, dan depresi. Asupan yang direkomendasikan adalah 400 mikrogram per hari. Untuk ibu hamil atau merencanakan kehamilan kebutuhannya lebih tinggi lagi, yaitu 600 mikrogram per hari. Kata dokter, di luar negeri sana sudah menjadi hal yang biasa bagi wanita yang merencanakan kehamilan untuk mengkonsumsi asam folat 3 bulan sebelumnya. Yaaa semuanya saya serahkan pada Tuhan, jadi banyak-banyak berdoa deh :-) .

Yang terpenting setelah positif hamil, dokter saya menyarankan untuk makan makanan yang sehat. Seperti mengkonsumsi makanan yang dikukus, direbus atau dipanggang. Semuanya harus natural (jangan ada pengawetnya), pokoknya yang namanya 4 sehat 5 sempurna itu harus bener-bener dijalankan. Harus menghindari goreng-gorengan (gosh it’s tough :-D ), junk food, hindari makanan mentah atau setengah matang, kalau mau makan sambal jangan sambal botol (harus yang fresh kaya sambel ulek contohnya), mau minum teh juga jangan yang botol atau dalam kemasan (better nyelup sendiri), dan lain-lain.

Agak berlebihan sih buat saya tapi kata dokter semakin sehat makanan yang kita makan semakin bagus buat anak kita sampai dia besar, karena pembentukan tahap awal anak sejak di dalam kandungan.

Semuanya sih balik lagi sama kitanya, mau tetep pake cara makan kita yang lama atau memperbaharui cara makan dengan makan makanan yang lebih sehat demi kesehatan dan masa depan anak kita sendiri. Kalau saya sendiri enggak 100% berubah menu makanannya, gorengan masih tapi jarang. Ya berusaha lebih baik walau sedikit ;-) .

Semoga kita berdua sehat terus ya dek (untuk penghuni baru dalam perut saya ^^).. lancar semuanya n see you in the next 8 months!!

a little gift from who??

aneka kejutan bulan ini..

Ya ampuuun sempet heran ini punya siapa… ada barang nyasar atau memang sengaja ditaro dikoper baju-baju saya yang baru saja diambil waktu mampir ke Bandung kemarin.. Kaget lihat gurita buat ibu yang habis melahirkan (kalau ga salah hihihi..), sama dua celana bayi.. LUCUUUUU ^^!! Tapi seneng banget ngeliatnya hehehe.. ada yang inget (pasti kerjaan mami nih :-) ).

Idul Fitri 1430 H

Tahun ini saya banyak menjalani rutinitas yang berbeda. Suatu perubahan yang sangat menguras tenaga, emosi, air mata (lebay ahh!!), kesabaran extra, waktu tidur, dan kedewasaan (apalah itu namanya :-) ).

Pertama, saya melewati bulan Ramadhan hanya berdua dengan suami. Kalau dulu semasa saya masih single and not happy (karena kurang belaian kekasih alias tidak punya kekasih.. ahh ada ko cuma beda planet aja hehehe..), menjalani ibadah puasa selalu dengan keluarga. Segalanya mami yang menyiapkan, dari makan buat buka sampe sahur. Sekarang dari buka sampe sahur, saya menyiapkan sendiri hidangannya untuk disantap suami dan saya juga tentunya. Hal yang membuat saya berasa sedih adalah karena jauh dari keluarga. Tidak semudah membalikkan tangan kan membiasakan diri pada suatu keadaan yang tidak biasa?

Yang kedua, Lebaran tahun ini saya harus menyebrangi lautan dan keluar dari pulau Jawa. Istilah lainnya MUDIK. Acara mudik ini akan menjadi rutinitas ditahun-tahun berikutnya buat saya. Sebelumnya saya mana pernah mudik. Pernah sih mudik tapi itu 21 tahun yang lalu. Bukannya sombong engga mau pulang kampung. Tapi ayah saya yang selalu ditempatkan kerja di tempat-tempat yang jauh dari kampung halamannya, membuat saya dan keluarga saya tidak mudah untuk mudik. Kalau pulang kampung ke tempat ibu saya juga engga mungkin, saya dan keluarga bisa lebaran sendiri di sana (Keluarga ibu saya di Manado berbeda keyakinan dengan keluarga saya.. you know what I mean). Nah setelah sekian lama akhirnya saya harus mudik, ikut suami saya pulang kampung ke Lampung. Perjalanan yang panjang dari Yogya-Bandung-Lampung-Bandung-Yogya. Seru dan terasa capek setelahnya hehehe.. Serunya bisa lihat pemandangan Indonesia dari darat dan dari laut (asiiik bisa naik kapal feri setelah sekian lama :-D ). Capeknya karena sekarang punya rutinitas baru yang memerlukan perjalanan panjang tersebut, jadinya belum terbiasa..

Merayakan lebaran tidak bersama mami dan saudara-saudara kandung lainnya, tentu terasa sedih banget. Hari pertama lebaran kerjaannya menahan tangis yang siap keluar kapan pun. Dulu sebelum menikah, saya sempet terpikir hal yang kaya gini. Setelah merasakannya langsung, duuuh peralihan yang besar banget buat saya. Merayakan lebaran dengan keluarga suami lalu bersilahturahmi dengan saudara-saudara lainnya yang sebagian baru saya temui hari itu, wow it’s a new adventure.. Saya yang pemalu dan sedikit pendiam ini agak-agak susah masuk dalam setiap pembicaraan, selain “roaming” karena mereka menggunakan bahasa Padang atau Lampung, saya juga kalah cepat dalam berbicara (sayang saya tidak dilahirkan menjadi seorang komunikator yang baik, saya lebih ditakdirkan menjadi pendengar yang baik. Jadinya kerjaan saya disana cuma ngedengerin dan ikutan ketawa kalau ada yang lucu dan kebetulan saya ngerti bahasanya). Perubahan besar yang terjadi ditahun ini memang memberikan banyak pelajaran buat saya, agar lebih menerima dan menikmati setiap perjalanan saya sebagi istri (wuiiiih mulai meninggi bahasanya :-P ..). Tapi sekali lagi saya bersyukur punya suami, mama (baca: mertua), dan adik-adik ipar  yang super baik dan selalu memberikan keceriaan juga menerima kehadiran saya di antara mereka (keluarga suami saya juga terbiasa berempat, sekarang ada penyusup satu, yaitu SAYA hehehe..)

Joice, Rasyefki, Mama, Aulia, Taufik

Joice, Rasyefki, Mama, Aulia, Taufik

Koleksi foto baru dalam agenda lebaran saya ^^

Tidak berbeda dengan hiburan keluarga lainnya, untuk mengisi liburan dan menambah kebersamaan, saya dan suami sekeluarga pergi menikmati pesona pantai Mutun di Lampung. Pertama kali kesana buat saya tentu saja, oleh sebab itu saya salah kostum.. Baru kali itu saya pergi ke pantai pake baju semi muslim (gara-gara sang suami ingin melihat saya mengenakan baju semi muslim putih yang baru saja dibeli). Tapi ada gunanya juga, saya terhindar dari teriknya matahari :-) .

saltum = salah kostum = fashion victim.. lol

saltum = salah kostum = fashion victim.. lol

Pre-Honeymoon yang entah kapan Honeymoon-nya bakal terlaksana :-)

Setelah seminggu di Lampung, saya dan suami kembali lagi ke Bandung. Selain mengantar adik ipar saya yang merantau di Bandung, sekalian bertemu keluarga saya (yippiiie!!). Seperti yang saya bilang sebelumnya perjalanan ini menguras tenaga, selama perjalanan suami saya yang nyetir dan saya menemani di kursi sebelahnya. Menemani enggak harus ngajak ngobrol kan? Yang penting fisik saya ada disebelah dia. Saya kan harus jaga fisik.. tidur kan enggak salah. Suami saya bilang, selama perjalanan dia kaya lagi bawa batang kayu hahaha.. dari Bandung ke Yogya aja, tiap dua jam sekali saya tertidur. Dari posisi meluk bantal sampe posisi duduk tapi memalingkan muka supaya tidak ketahuan suami kalau saya lagi tidur, sudah dilakukan :-) . TETEP AJA KETAHUAN. Harus cari cara lagi nih biar bisa tidur aman tanpa ketahuan (garuk-garuk kepala sambil mikir).


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Minal Aidin Wal Faidzin

Mohon Maaf Lahir dan Batin.. :-)


Happy Belated Birthday

Huuufff.. di bulan September ini banyak banget yang lagi ulang tahun. Adik saya, 4 orang sepupu, dan tante saya. Rugiiii ga bisa ada pas mereka lagi ulang tahun.. ga bisa merasakan kebersamaan waktu acaranya, terutama makan-makannya hehe.. tapi ada juga sih untungnya. Mereka akan maklum kalo saya ga ngasih kado karena jarak yang jauh hehehe.. alasan untuk tidak usah memberikan kado :-D .

Bulan ini adik saya yang paling kecil menginjak usia 18 tahun.. Adik saya yang satu ini lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Dulu waktu masa pembuatan dia, papi dan mami sudah mencoba berbagai cara supaya anaknya laki-laki. Dari terapi ala Mesir lah, India, Cina, sampe beberapa dokter didatengin. Waktu itu kata dokternya, papi sama mami harus “make baby”nya tanggal segini dan harus minum obat ini.. (saya ga tau pasti tanggal dan nama obatnya :-) ). Terus banyak banget temen papi yang kebetulan orang Cina di Medan sana yang ikut membantu dengan mendatangkan ahli nujum (gosh..-.-’). Dihitunglah tanggal lahir papi dan mami lalu keluarlah tanggal dimana mereka harus “make baby”. And voila.. My dear brother is a sister hahaha..

Dimasa itu papi dan mami bukannya tidak percaya Tuhan, tapi Tuhan menyukai orang-orang yang berusaha kan? Ya walupun akhirnya Tuhan juga yang menentukan..

Ga nyangka banget sekarang adik saya sudah berumur 18 tahun (Saya dan dia beda 10 tahun). Dulu waktu adik saya masih bayi, karena ibu saya sibuk dengan kegiatan Persitnya (organisasi Persatuan Isteri Prajurit TNI Angkatan Darat) akhirnya saya banyak membantu pengasuh adik saya itu. Senangnya luar biasa punya adik baru, makanya saya dengan senang hati menyibukkan diri ikut mengasuh adik saya. Paling sedih kalau adik saya nangis. Langkah pertama yang saya lakukan supaya adik saya berhenti nangis (waktu itu saya berpikir kalau bayi nangis pasti karena haus), saya kasih hidung saya biar dia emut hahaha.. kan mirip sama nipple ibu :-D .

Lucunya waktu lahir beratnya 3,8 Kg.. gemuk banget. Menginjak usia kurang dari satu tahun sampai 2 tahunan, dia mengurus karena ga mau makan. Akhirnya mami ngasih dia vitamin terus. Nah menginjak usia 3 tahun, efek vitamin baru keliatan. Adik saya mulai membesar badannya karena segala dimakan :-) . Bayangin aja, pas dia SD dan SMP dengan tinggi tidak lebih dari 160 beratnya sudah mencapai 70 Kg lebih.. Ketika mulai mengenal cinta di SMA, dia mulai diet dan olahraga. Sekarang tingginya 172 cm (paling tinggi diantara kita semua yang vitaminnya waktu kecil sangat-sangat minim hehehe..) beratnya 60an Kg. Ngomong-ngomong cinta, saya suka sebel kalau adik saya mulai punya pacar apalagi kalau orangnya aneh-aneh. Adik saya suka protes kalau saya mulai cerewet masalah cowok. Dia selalu mengungkit masa SMA saya yang kalau pacaran bukan mendua lagi tapi sudah lebih dari tiga. Saya juga bilang sama dia, kalau itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan dan menjadi cerita indah dikala tua. Kalau punya pacar lebih dari satu itu hanya masalah keberuntungan hahaha.. Ya wajar kan kalo saya punya rasa kekawatiran yang besar asal tidak over protective.

Anyway.. Happy Birthday 18th my dear sister!!! Semoga Allah selalu melindungi setiap langkahmu, selalu sehat dan tambah dewasa dalam bersikap, sayang mami dan kakak-kakakmu, have a good journey.. take care and love youuuu.. Always..

My dear happy bday sister..

My dear happy bday sister..


Older Posts »